Nyatanya berdamai tidak melulu tentang perkelahian seperti berdamai sehabis bertengkar.
Berdamai memiliki arti yang begitu luas. Berdamai juga dapat berupa berdamai dengan keadaan, berdamai dengan sifat orang sekitar, berdamai dengan kekurangan dan yang pasti berdamai dengan isi pikiran sendiri.
Lagi dan lagi nyatanya yang paling sulit setelah mengikhlaskan bukan lagi tentang menerima orang baru tapi yang paling sulit adalah apakah bisa kita berdamai dengan hal-hal yang telah kita lalui yang hampir membuat kita berhenti untuk melangkah.
Kebanyakan manusia sekarang sulit untuk berdamai dengan takdir yang telah direncanakan oleh Tuhan. Banyak yang mempertanyakan "Tuhan kenapa harus begini?" "Tuhan aku tidak akan sanggup menghadapinya" "Tuhan ini bukanlah jalan yang baik, kenapa Kau selalu menghalangi kebahagiaan ku" dll.
Lucu ya, padahal kita sudah tau bahwasanya rencana Tuhan adalah rencana yang paling indah tapi tetap saja manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah mereka dapatkan.
Banyak juga manusia yang menjalani kehidupannya seperti tanpa tujuan. Hanya mengikuti arusnya. Sebab dari hati yang paling dalam tidak dapat menerima takdir.
Berdamai adalah proses yang tidak mudah dilewati sama halnya seperti ikhlas. Ketika kita sudah mencoba untuk berdamai dengan keadaan tapi ada saja yang akan membuat kita enggan untuk berdamai. Padahal nyatanya berdamai akan lebih mudah dilewati jika dibarengi dengan ikhlas.
Jika ingin hidup ini lebih tenang maka berdamailah dengan apa pun yang membuat kalian resah. Ketika kita sudah mencoba untuk berdamai maka percayalah akan ada kebahagiaan di setiap langkah kaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar