Rabu, 27 September 2023

Have a good day?

Ujian seperti apalagi yang akan kau berikan Tuhan? 

Sakit seperti apa yang harus ku rasakan lagi? 

Kecewa yang bagaimana yang akan kau tunjukkan? 

Bagian mana lagi yang harus tergores Tuhan? 

Ntah luka mana lagi yang akan ku obati? 

Ntah apa yang Kau janjikan kepada diri ini sehingga yakin untuk hidup di dunia? 

Hadiah apa yang telah kau persiapan sehingga diri ini dengan mantapnya menjawab untuk tetap hidup di dunia kala kau bertanya puluhan kali untuk meyakinkan diri ini agar tetap hidup? 

Tuhan, katanya sebelum kau memberi kehidupan untuk manusia dan nyawa kepada bayi di dalam kandungan, Kau akan bertanya puluhan kali dan kau akan menunjukkan takdir yang akan didapatkannya ketika hidup di dunia, lantas aku ingin mempertanyakan, apa yang Kau janjikan sehingga diri ini terima jika harus hidup di dunia yang begitu rumit? 

Ujian mu terlalu berat Tuhan, bak di sambar petir, ujian Kau datang tanpa henti menyambar dari berbagai arah, bahkan di arah yang tak terduga

Kenapa Kau bisa yakin, bahwa aku bisa melewatinya? 

Percayalah Tuhan satu cobaan mu saja mampu menggoyahkan pondasi ku

Pondasi ku hampir runtuh, pertahanan ku hampir hancur, tidak kah kau kasihan padaku Tuhan? 

Sungguh kaki ini sudah sulit untuk melangkah, tidak bisakah kau meringankannya sedikit saja? Atau tidak bisakah kau memberi ku bala bantuan? 

Sungguh Tuhan aku butuh tangga mu? Jangan terlalu yakin pada ku Tuhan, aku tidak sekuat yang kau inginkan

Aku bukan tidak percaya takdir baik mu Tuhan, hanya saja aku terlalu lemah jika harus menahan duri-duri yang kau berikan secara bersamaan dengan luka-luka yang belum saja pulih

Kamis, 21 September 2023

Berdamai?

Nyatanya berdamai tidak melulu tentang perkelahian seperti berdamai sehabis bertengkar.

Berdamai memiliki arti yang begitu luas. Berdamai juga dapat berupa berdamai dengan keadaan, berdamai dengan sifat orang sekitar, berdamai dengan kekurangan dan yang pasti berdamai dengan isi pikiran sendiri. 

Lagi dan lagi nyatanya yang paling sulit setelah mengikhlaskan bukan lagi tentang menerima orang baru tapi yang paling sulit adalah apakah bisa kita berdamai dengan hal-hal yang telah kita lalui yang hampir membuat kita berhenti untuk melangkah. 

Kebanyakan manusia sekarang sulit untuk berdamai dengan takdir yang telah direncanakan oleh Tuhan. Banyak yang mempertanyakan "Tuhan kenapa harus begini?" "Tuhan aku tidak akan sanggup menghadapinya" "Tuhan ini bukanlah jalan yang baik, kenapa Kau selalu menghalangi kebahagiaan ku" dll. 

Lucu ya, padahal kita sudah tau bahwasanya rencana Tuhan adalah rencana yang paling indah tapi tetap saja manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah mereka dapatkan. 

Banyak juga manusia yang menjalani kehidupannya seperti tanpa tujuan. Hanya mengikuti arusnya. Sebab dari hati yang paling dalam tidak dapat menerima takdir. 

Berdamai adalah proses yang tidak mudah dilewati sama halnya seperti ikhlas. Ketika kita sudah mencoba untuk berdamai dengan keadaan tapi ada saja yang akan membuat kita enggan untuk berdamai. Padahal nyatanya berdamai akan lebih mudah dilewati jika dibarengi dengan ikhlas. 

Jika ingin hidup ini lebih tenang maka berdamailah dengan apa pun yang membuat kalian resah. Ketika kita sudah mencoba untuk berdamai maka percayalah akan ada kebahagiaan di setiap langkah kaki.